1/01/2015

Aku?

Ku bukanlah manusia terang
Bukan pula manusia petang
Ku di antara keduanya

Silau oleh cahaya terang
Buta oleh gelapnya malam
Hidup dalam temaram

Aku?

Kunang-kunang
Titik kecil dalam kegelapan
Semut
Mendekati yang manis
Katak
Melompat dan terus melompat
Kupu-kupu
berubah dan berubah

Aku?
Aku?
Aku?
....

Posted on 12:05:00 PM by Unknown

No comments

10/28/2014

arti sumpah pemuda
Sumpah Pemuda
Bukan sekedar ucapan tanpa arti, tapi sebuah ikrar penuh visi
Sumpah pemuda mengingatkan kita bahwa Indonesia ini dibangun atas dasar perbedaan, baik agama, suku, kebudayaan, kepulauan dan beragam latar belakang perbedaan. Perbedaan yang ada bukan jadi halangan bagi kita untuk bersatu karena kita punya kesamaan, yakni tanah air, bangsa, dan bahasa. Itulah Sumpah Pemuda yang diikrarkan para pemuda yang dijadikan dasar untuk bersatu, berjuang meraih kemerdekaan.

Nyalakan kembali semangat Sumpah Pemuda, semangat persatuan
Saat perbedaan atas nama agama dan etnis semakin ditonjolkan, kekerasan banyak dipertontonkan, konflik antar kepentingan  semakin menjadi – jadi, serta korupsi yang menjamur sudah saatnya patriotisme kepemudaan digelorakan kembali. Jangan biarkan hal – hal negatif tersebut mengkhianati jiwa Sumpah Pemuda.

Sebagai pemuda, tunas bangsa sekaligus tulang punggung bangsa sudah selayaknya kita mempelajari sejarah bangsa ini. Belajar dari pengalaman masa lalu untuk selanjutnya memahami nilai-nilai perjuangannya dan semangat-semangat perubahannya. Bangsa yang tidak tahu akan sejarah bangsanya, sama saja dengan seorang anak yang kehilangan induknya, tidak mempunyai penunjuk arah perkembangan bangsa.
                                                                                  
Indonesia itu satu. Satu untuk semua, semua golongan serta komponen bangsa. Di hari Sumpah Pemuda kali ini marilah kita gelorakan kembali semangat Sumpah Pemuda, semangat persatuan. Dengan berdasar Bhinneka Tunggal Ika mari kita berjuang bersama – sama demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA, HIDUPLAH NEGRIKU, JAYALAH INDONESIAKU!! BERSATULAH BANGSAKU!!

*Sebuah tulisan lamaku saat masih menjadi staf KASTRAD BEM FT UNS

Posted on 6:00:00 AM by Unknown

No comments

7/14/2014

Mencari perbedaan…

taman cerdas gandekan solo mengajar
Aku Pahlawan Bertopeng
Inilah yang saat ini sedang kami cari di Taman Cerdas (TC) Gandekan, perbedaan. Saya percaya bahwa setiap anak itu spesial. Mereka punya bakat dan minat masing-masing dan itu harus dikembangkan. Kami juga tidak bisa menunggu mereka mengucapkan “saya beda”, kami harus mencarinya sendiri. Istilah kerennya, jemput bola.

Namun siapakah kami? Kami adalah volunteer Solo Mengajar yang membersamai adik-adik belajar 2 kali selama seminggu tiap Selasa dan Kamis mulai jam 19.00-20.00. Kami tidak dibayar, kami sukarela di sini. Meluangkan sedikit waktu kami untuk berbagi.

Dengan waktu pertemuan yang hanya 2 jam selama seminggu ini tentu tidak mudah bagi kami untuk mengetahui perbedaan dari semua adik-adik di sini. Ingat, tidak mudah bukan berarti tidak mungkin. Meyakini hal tersebut, akhirnya kami mencoba membuat katalog siswa sebagai sarana untuk memudahkan kami untuk mencari perbedaan mereka.

Katalog siswa ini nantinya selain berisi biodata siswa juga akan berisi catatan dari volunteer yang biasanya mengajar siswa tersebut atau mengenal siswa tersebut. Catatan ini lebih ke bagaimana perilaku mereka, minat dan bakat, bahkan hingga kondisi keluarga jika memungkinkan. Harapannya katalog ini dapat pula digunakan oleh volunteer selanjunya untuk mempermudah mereka mengenal dan beradaptasi dengan adik-adik di TC.

Selain lewat katalog siswa, kami juga melakukan pendekatan secara personal kepada adik-adik terutama mereka yang sudah jelas berbeda. Mereka yang selama ini terlihat punya banyak energi, mereka yang selama ini kesulitan dalam berhitung, mereka yang selama ini banyak menyendiri dan lain sebagainya.

Mereka inilah yang harus segera dicari perbedaannya karena mereka lah yang paling banyak mendapatkan penghakiman akibat perbedaan yang mereka miliki dari orang-orang di sekitar mereka bahkan mungkin guru mereka sendiri. Guru yang seharusnya mendidik justru berubah menjadi hakim yang men cap mereka dengan gelar “anak nakal”, “anak bodoh”, dan masih banyak cap-cap yang lain. Jika mereka memahami betul profesi mereka tentu mereka tidak akan melakukan hal seperti itu.

Pergerakan bukan program

Perlu diingat dan dipahami betul oleh setiap volunteer Solo Mengajar bahwa apa yang kita lakukan tidak boleh berhenti di situ. Masih banyak PR yang harus kita kerjakan karena pendidikan di Indonesia masih menyimpan segudang masalah dan yang namanya masalah itu pasti adanya, kapanpun dan dimanapun.


Selama kita punya hati, tentu kita tidak pernah merasa bahwa tugas kita sudah selesai. Ini pergerakan bukan program. Kita harus terus bergerak, kapanpun dan dimanapun.

Posted on 10:47:00 AM by Unknown

No comments

taman cerdas gandekan solo mengajar
Saya Beda
Saya beda. Dua kata yang tak sulit untuk dipahami bagi kita orang dewasa, bahkan begitu mudah kita ucapkan. Namun apakah kata tersebut bisa diucapkan begitu saja oleh seorang anak kecil?

Saya mencoba membayangkan ada seorang anak yang selama ini mendapatkan cap sebagai anak bodoh hanya karena lemah di pelajaran matematika bisa mengucapkan “saya beda, saya itu sukanya bernyanyi”

Saya juga mencoba membayangkan ada seorang anak yang selama ini terkenal bandel, nakal, dan suka usil di kalangan guru-guru berani bilang, “saya beda, saya hanya punya energi berlebih”

Saya lagi-lagi mencoba membayangkan seorang anak yang menderita disleksia, berani mengucapkan “saya beda” kepada gurunya sehingga ia mendapatkan perlakuan khusus dari gurunya, bukan justru mendapatkan cap pemalas apalagi bodoh hanya karena memiliki dunianya sendiri.


Tidak tidak. Terlalu berlebihan rasanya membayangkan hal seperti itu. Hati seorang anak terlalu bersih untuk mencari-cari alasan akan ketidakmampuannya. Tidak seperi kita yang selalu punya berjuta alasan.

Posted on 10:35:00 AM by Unknown

No comments

3/03/2014

Mempunyai pekerjaan menjadi seorang penulis berita amatiran, membuat saya mau tidak mau harus selalu update tentang informasi yang sedang berkembang. Cara yang paling sering saya lakukan ya buka lepi --> colokin modem --> buka Chrome --> buka portal berita online kenamaan --> carideh berita yang lagi nge hits. Mudah aja dan gak perlu pakai repot.

Kali ini berbagai jurus sudah kulakukan, klik inilah, klik tulah, scroll atas hingga scroll bawah menthok namun belum juga nemu topik berita yang pas. Pencarian berhenti sejenak. Di depan mata sudah terpampang sebuah berita berisi tentang laporan dana kampanye partai politik peserta Pemilu 2014. Menarik. Setidaknya ada 4 hal yang membuatku tertarik untuk mengomentari berita yang satu ini, pertama adalah uang, kedua adalah parpol, ketiga adalah Pemilu 2014, dan yang keempat adalah uang lagi.

PERTAMA, mari kita bicara tentang uang. Tak banyak yang ingin saya bicarakan di sini karena takut tak bisa berhenti jika sudah bicara terlalu banyak tentang uang. Baik, di laporan tersebut tertulis angka miliaran rupiah, mulai dari puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Jumlah yang bisa dibilang tidak sedikit bagi banyak orang namun bisa jadi merupakan sebuah jumlah yang sedikit bagi sebagian kecil lainnya. Karena belum pernah lihat dan punya uang sebanyak itu maka saya sepakat dengan banyak orang bahwa itu jumlah uang yang banyak.

KEDUA, mari mengalihkan perhatian sejenak dari uang menuju parpol. Salah satu makanan favorit bagi jurnalis ini, cukup ramai dibicarakan akhir-akhir ini. entah sudah berapa banyak berita yang dihasilkan hanya dari makanan bernama partai politik. Dari sekian banyak berita yang dihasilkan, hampir semuanya berisi berita negatif. Sebut saja skandal korupsi, salah satunya. Lantas apa yang membuat topik ini menjadi menarik? Ya karena apa lagi kalau bukan karena saya menunggu datangnya berita baik mengenai makanan yang satu ini.

KETIGA, bergeser sedikit dari parpol mari kita bicara tentang Pemilu 2014. Sebagai salah satu syarat sah ‘demokrasi’, maka untuk memilih pemimpin di negeri ini diadakanlah sebuah pemilu. Pemilu 2014 sendiri bakal menjadi pemilu ketiga sepanjang sejarah berdirinya negara Indonesia. Jika pada 2 pemilu sebelumnya yang menjadi pemenangnya adalah orang yang sama, maka pada tahun ini akan ada ‘wajah baru’ yang bakal menjadi pemenang. Ini dia yang paling menarik. Siapakah sosok yang paling banyak dipilih oleh rakyat Indonesia tahun ini? sosok yang bakal menjadi nahkoda dari sebuah bahtera besar bernama Indonesia. Sepertinya saya harus bersabar, setidaknya untuk beberapa bulan ke depan jika ingin mengetahui dari pertanyaan tersebut.

KEEMPAT, mari kita abaikan sejenak poin kedua, ketiga dan kembali kEpada poin pertama. Uang. Ketika deretan-deretan angka terpampang di depan mata, naluri saya sebagai orang eksak untuk menjumlahkan angka-angka tersebut tak dapat dibendung lagi. Tanpa kesulitan yang berarti, semua angka-angka tersebut telah selesai saya jumlahkan. Dan ternyata total uang sebanyak Rp 1,9385 triliun bakal dihabiskan oleh kedua belas parpol peserta pemilu pada tahun ini. Jumlah yang tak bisa dibilang sedikit lagi. Bahkan itu belum termasuk biaya-biaya tambahan yang tidak tercatat di buku keuangan. Padahal dengan uang sebanyak Rp 1,9385 triliun saja saya sudah bisa membeli persediaan es krim untuk seumur hidup.

SATU-EMPAT, saatnya kita bicara yang lebih umum. Sebulan lagi, tepatnya pada 9 April 2014 nanti Indonesia bakal melaksanakan pemilu legislatif. Namun menjelang pelaksanaannya, isu golput seakan tak kunjung surut malah semakin meningkat. Padahal biaya yang dikeluarkan oleh tiap parpol untuk membeli suara rakyat tidaklah sedikit. Total Rp 1,9385 triliun bakal dikeluarkan oleh kedua belas parpol peserta pemilu 2014.

Lihatlah. Lihatlah. Betapa mahalnya demokrasi di negeri ini. Demokrasi yang kalau Aristoteles bilang sebagai sistem terburuk untuk memilih pemimpin namun di sisi lain merupakan sistem yang paling mungkin untuk dilaksanankan.

Saya mau bilang, dengan biaya sebanyak itu apakah tidak sayang jika pemimpin yang terpilih bukanlah pemimpin yang terbaik? Masihkah terbesit di pikiran untuk tidak memilih di Pemilu 2014 nanti? Terlepas dari besarnya uang yang dikeluarkan, sebagai rakyat yang masih waras saya bilang, memilih adalah suatu keharusan.  Jika masih menginginkan Indonesia lebih baik, maka ikuti aturan mainnya. Karena Indonesia memilih sistem demokrasi yang membuat semua orang bisa mengajukan diri sebagai caleg maupun capres asal memenuhi ketentuan yang sudah ditetapkan, hadirnya orang-orang yang merasa layak tapi sebenarnya tidak layak tak dapat dihindarkan.

Jadilah pemilih yang cerdas. Sepertinya yang pernah saya sampaikan di postingan sebelumnya, ‘Acil, Lebih baik memilih’, pilihlah yang terbaik dari yang baik, jika tak ada yang baik maka pilihlah yang paling sedikit keburukannya.


Partai Politik
Laporan Awal Dana Kampanye
Nasdem
Rp 139 miliar
PKB
Rp 69,7 miliar
PKS
Rp 82,4 miliar
PDIP
Rp 220,8 miliar
Golkar
Rp 174 miliar
Gerindra
Rp 306,6 miliar
Demokrat
Rp 268,1 miliar
PAN
Rp 256,3 miliar
PPP
Rp 96,8 miliar
Hanura
Rp 241 miliar
PBB
Rp 47,3 miliar
PKPI
Rp 36,4 miliar

Posted on 9:06:00 AM by Unknown

No comments

2/19/2014

BEM FT UNS
Public Speaking and Leadership Training (PASAL) 2012
Sedikit iseng, mencoba membuka lembaran memori yang telah usang dan nemu yang beginian di lepi. Tulisan dua tahun yang lalu. Tak ada yang spesial dari tulisannya namun banyak kesan yang tertinggal dari acaranya.

Kalau diri ini tak salah ingat, di sinilah awal persahabatan itu dimulai. Di sini juga semua benih-benih impian dan idealisme mulai tumbuh. Ah, banyak sekali yang bermula dari sini. Ini dia ‘manuscript’ tulisan tersebut. Sengaja tak ada yang diubah, demi keaslian dan sarana untuk memantau 'perkembangan'.

Pada tanggal 24-26 Februari 2012 BEM UNS mengadakan acara PASAL yang diikuti oleh berbagai delegasi dari ormawa yang ada di UNS. Pada kesempatan kali ini SIM UNS mengirimkan 2 orang sebagai delegasi. Acara PASAL tahun ini bertempat di Villa Wahyu Sari B Tawangmangu.

Acara PASAL tahun ini mengambil tema “Improve your skill, prove your talent”. Secara garis besar acara ini merupakan sebuah rangkaian acara, sebut saja Spiritual Building, Leadership dan Public Speaking. Sebanyak 50 delegasi dari berbagai ormawa yang ada di UNS mengikuti acara ini.

Hari pertama acara dimulai dengan sambutan dari ketua panitia serta sambutan Presiden BEM UNS yang diwakili oleh Sekjen BEM UNS, saudari Anis. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kontrak forum yang telah disepakati bersama. Pada hari pertama kali ini para peserta mendapatkan materi Spiritual Building yang dipandu oleh trainer dari Trusco. Dengan adanya Spiritual Building ini diharapkan peserta dapat memahami berbagai potensi yang ada pada diri manusia serta sebagai sarana untuk mempersiapkan kondisi kejiwaan peserta sebelum mengikuti training ini sampai selesai.

Hari kedua acara dimulai dengan Sholat Malam bersama di masjid dilanjutkan dengan sholat subuh bersama. Peserta kemudian kembali ke villa, mempersiapakan diri untuk olahraga pagi. Di hari kedua ini acara dipandu oleh co-trainer yang merupakan alumni dari Training for Trainer (TFT) 2011. Untuk materi pertama isu yang diangkat adalah tentang leadership. Setiap peserta diwajibkan menulis sosok pemimpin ideal menurut pendapatnya masing – masing. Setelah semua selesai menulis di depan, sekarang peserta harus membuat urutan berdasarkan skala prioritas. Sempat terjadi perdebatan sengit di antara peserta. Sudah seperti debat kusir saja, tak ada ujungnya.

Kedatangan saudara Pidi Winata, selaku Direktur Sekolah Pintar Merapi (SPM) ke tempat acara memaksa perdebatan dihentikan. Kedatangan beliau di sini bukan hanya untuk berkunjung tetapi juga untuk menyampaikan materi terkait peran dan posisi peserta.

“Ketika tempat di sekitarmu gelap dan pekat, maka kamu patut curiga bahwa kamulah yang harus menyinari tempat tersebut”, kata Pidi Winata. Berbagai kata – kata dan petuah beliau seperti menyihir para peserta, memberikan semangat baru untuk terus berjuang mengubah keadaan di sekitar kita menjadi lebih baik.

Forum Discussion Group (FGD) menjadi acara selanjutnya setelah materi dari saudara Pidi Winata. Tema yang diangkat kali ini adalah “berbagai masalah yang ada di organisasi”. Peserta di sini berkelompok untuk berdiskusi terkait berbagai masalah yang ada di organisasi serta solusi dari masalah tersebut. Setiap kelompok diwajibkan mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan.

Selanjutnya ada materi terkait public speaking dari dr. Andri, pakar seksologi sekaligus penyiar radio dan presenter TV swasta lokal. Dalam materi ini peserta dibuat tertawa terbahak – bahak dikarenakan penyampaian materi dari beliau yang asyik dan seru tanpa mengenyampingkan urgensi materi yang dibawakan. Dalam materi kalian ini peserta belajar tentang bagaimana menjadi seorang public speaker yang baik dan handal.

Sebagai follow up dari materi public speaking dari dr. Andri, peserta berkelompok untuk berdiskusi terkait penampilan yang akan dibawakan oleh masing – masing kelompok. Untuk tema, pihak panitia tidak membatasi oleh karena itu peserta bebas memilih tema seseuai dengan kretivitas mereka. Acara kali ini berakhir dengan presentasi dari masing – masing kelompok.

Kemudian peserta diajak keluar menuju lapangan untuk menerima tentangan dari pihak panitia. Dan tantangan kali ini adalah Firewalk, berjalan di atas bara api. Sebelumnya peserta telah menandatangani surat pernyataan yang isinya siap menerima semua tantangan dari panitia dan siap menanggung akibatnya. Satu per satu peserta mulai melewati bara api tanpa halangan yang berarti. Ada beberapa peserta yang sempat ketakutan namun pada akhirnya tetap mencoba dan berhasil. Kemudian peserta kembali ke villa untuk istirahat.

Hari ketiga, seperti biasa acara dimulai dengan olahraga pagi bersama. Pada hari terakhir ini acaranya adalah outbond. Peserta di ajak mendaki bukit untuk menuju lokasi outbond. Dalam perjalanan terdapat beberapa rintangan. Yang pertama adalah tangan peserta diikat dengan tangan peserta lainnya yang satu kelompok. Hal ini membuat perjalanan mendaki menjadi lebih berat.

Rintangan kedua adalah semua mata peserta dalam satu kelompok ditutup kecuali salah seorang di antara mereka yang bertugas sebagai seorang pemandu. Perjalanan menjadi sangat lambat dikarenakan harus berhati -hati dalam melangkah. Sesampainya di tepat tujuan, setiap kelompok diajak untuk bersaing dalam memenangkan setiap games yang disiakan oleh panitia. Setelah semua games selasai, peserta pun kembali ke villa untuk bersih – bersih diri dan packing.

Setelah semua peserta selesai bersih – bersih diri dan packing, acar ditutup dengan beberapa patah kata dari pihak panitia. Akhirnya bis yang ditunggu – tunggu datang juga. Peserta mulai masuk satu per satu dan memilih tempat duduk masing – masing dan bersiap untuk pulang ke Solo. Setelah 1,5 jam perjalanan bis sampai di belakang kampus UNS dan peserta mulai turun dan berpamitan satu sama lain. “See you next time bro, sist”, begitulah kira – kira perkataan setiap peserta. Sebelumnya peserta telah sepakat untuk membentuk wadah sebagai follow up acara ini yaitu PASSION (PASAL in Action). Acara berakhir dengan semangat baru, teman baru, serta ilmu baru.


Siapa kita? MAHASISWA, MAHASISWA, MAHASISWA, DAHSYAT LUAR BIASA!! *jargon PASAL 2012

Posted on 5:37:00 AM by Unknown

1 comment